Minyak goreng merupakan lemak nabati atau hewani yang telah dimurnikan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggoreng, menumis dan memanggang makanan.

minyak goreng

Baca juga :
Usaha Repacking Minyak Goreng dengan Pilihan Mesin Filling yang Tepat

Jenis-Jenis Minyak Goreng Berdasarkan Sumbernya

Pilihan Umum yang banyak dijumpai di pasaran diantaranya adalah minyak nabati, minyak buah/biji dan minyak lemak hewani.

  • Minyak Nabati paling banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya, karena memiliki harga yang sangat terjangkau dan ketersediaannya cukup melimpah.Umumnya sumber pembuatannya berasal dari kelapa sawit, kedelai, bunga matahari, jagung dan kanola
  • Minyak buah/ biji umumnya terbuat dari Zaitun/ olive oil, wijen dan alpukat.
    Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali dianggap lebih menyehatkan.
  • Minyak lemak hewani lebih memberikan rasa gurih namun tinggi lemak jenuh. Contoh minyak lemak hewani yaitu lard, tallow dan butter.

Untuk penggunaan sehari-hari, terutama untuk keperluan memasak, minyak nabati adalah pilihan paling tepat.

Baca juga :
Mesin Pengisi Minyak Goreng Otomatis buatan Lokal dari MESIN 77 untuk Usaha Kecil Menengah

Tips Pemakaian dan Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Tidak Cepat Rusak

Minyak goreng termasuk bahan penting yang digunakan setiap hari.Sehingga harus diperhatikan pemakaian dan penyimpanannya agar tetap aman dan terjaga.

Tips Pemakaian

Sebisa mungkin, jangan menggunakan minyak berkali-kali, karena jika telah digunakan berulang kali, minyak mengalami oksidasi yang tinggi dan bersifat karsinogenik. Paling banyak, gunakan minyak 2-3 kali saja, jangan lebih.

Tips Penyimpanan

Simpan minyak di tempat yang sejuk, jangan terkena cahaya dan panas matahari secara langsung, karena mengakibatkan minyak cepat rusak dan berbau tidak sedap.

Sebaiknya simpan dalam botol gelap dan tempatkan di dalam lemari dapur yang tertutup.

Baca juga :
Mesin Filling Rotary Monoblok Minyak Goreng kemasan botol plastik

Membandingkan Kemasan Minyak Goreng yang Umum di Pasaran

Minyak kelapa sawit yang beredar di masyarakat, terdapat dalam beberapa macam kemasan.

Yang paling ekonomis adalah kemasan plastik bantal, namun kekurangannya, sulit menyimpan sisa minyak, harus dipindahkan ke wadah lain agar tidak tumpah.

Ada juga yang dalam kemasan standing pouch, lebih praktis saat menuangkan ke botol lain dan desain kemasan lebih tebal daripada yang plastik bantal.

Ada banyak juga yang menggunakan kemasan botol plastik dan botol kaca, biasanya untuk kapasitas 1 liter dan 2  liter.

Sangat praktis penggunaannya karena sekaligus untuk menyimpan sisa minyak yang belum digunakan. Serta ada tutupnya, sehingga sisa minyak tetap bersih. Namun, biasanya harganya lebih mahal dan menghasilkan limbah plastik. 

Kemudian ada juga yang dalam bentuk kemasan jerigen. Biasanya untuk kapasitas besar, yaitu 5 liter, 10 liter dan 18 liter.

Harganya biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga eceran. Yang terakhir dalam kemasan kaleng. Biasanya untuk minyak zaitu, minyak wijen dan minyak samin.

Baca juga :
Mesin Pengisi Botol Otomatis dengan Conveyor untuk Aneka Produk Minyak, Cair, dan Pasta

<<< Kembali ke Halaman Awal Mesin Usaha Kecil Indonesia